Ayam Kampus Papua Mulai Marak di Jakarta dan Yogyakarta 

Setelah penelitian lapangan dalam waktu enam bulan berturut-turut dan melacak semua pergerakan “Ayam Kampus Papua”, atau perempuan Papua yang menjajakan dirinya bagi lelaki hidung belang, maka terdapat beberapa kelompok, walaupun nama mereka semuanya disebut “Ayam Kampus Papua”, atau lebih sering dipanggil “Ayam Kampung Papua”.

Di Yogyakarta paling tidak ada dua tempat, yang pada setiap malam mereka selalu mabuk-mabukan dan menetap di Warnet-Warnet, berpindah dari warnet yang satu ke warnet yang lain Selain itu, mereka juga menggunakan teman kampus mereka sendiri sebagai supir dan sebagai pengendara ojek, kemudian para teman yang menjadi supir atau tukang ojek itu juga bisa turut menikmati kehidupan malam, baik sebelum bertemu laki-laki hidung belang yang dicari ataupun sesudahnya.

Di Jakarta lebih canggih lagi, mereka sebenarnya bukan mahasiswa. Mereka memang datang dari Papua dengan tujuan khusus menjadi wanita penghibur. Kebanyakan pelanggan mereka ialah para pejabat, politisi yang datang dari Papua.

Berbeda dengan itu, para Ayam Kampus di Yogyakarta lebih banyak bergaul dengan Mas-Mas Jawa dan orang Bule, atau orang selain Papua. Mereka lebih bersifat rahasia, bekerja di bawah tanah, hubungan yang dipalai itu langsung dari teman ke teman. Mereka juga kebanyakan membuka akun Facebook dengan privasi tinggi, dan mereka hanya berhubungan dengan tukang ojek atau supir mereka yang adalah teman kencan sekaligus teman pencari lelaki hidung belang itu sendiri. Lewat facebook lalu mereka berkomunikasi juga lewat email, untuk menjaga kerahasiaan komunikasi. Untuk melakukan aksi, mereka langsung dengan telepon atau SMS.

Sedangkan yang ada di Jakarta kebanyakan diorganisir oleh lelaki-lelaki Papua sendiri. Artinya laki-laki Papua juga tahu sebenarnya ada perempuan Papua di Jakarta yang menjadi sundal di Jakarta, tetapi mereka biarkan, bahkan memelihara itu.

Apa dampak dari semua ini? Renungkan dan jawab sendiri!