KPAD: Seks Terselubung di Papua Melibatkan Oknum Pejabat

PAPUA | SURYA Online – Ketua Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Papua, drh Constan Karma minta generasi muda ikut memberantas seks terselubung yang akhir-akhir ini terus meningkat.

Permintaan tersebut dikemukakan Constan, saat berbicara dalam acara dialog regional dan pelatihan kepemimpinan pemuda yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jayapura, bekerja sama dengan Kantor Menpora di Jayapura, Senin (23/3).

Ia mengatakan, seks terselubung di Papua, khususnya di Jayapura, kini semakin meningkat dan merupakan salah satu penyebab meningkatnya penyebaran virus HIV/Aids, sehingga perlu segera diberantas. Transaksi seks terselubung ini, lanjut Constan, banyak dilakukan melalui telpon genggam (hp), sehingga sulit diketahui.

Bahkan, dari hasil pemantauan KPAD Papua di Jayapura, seks terselubung itu dilakukan di hotel-hotel, tempat-tempat sepi di alam bebas dan melibatkan oknum-oknum pejabat, ujarnya.

Menurut Constan, kondisi ini tidak boleh dibiarkan, tetapi perlu segera diambil langkah-langkah penertiban, karena selain merusak moral generasi muda juga merupakan penyebab meningkatnya penyebaran HIV/Aids di Papua. Untuk itu, ia meminta generasi muda di Papua, ikut membantu pihaknya dalam memberantas penyakit sosial masyarakat ini agar tidak terus berkembang.

Kasus ini, tambah Constan, sudah dilaporkan pihaknya kepada Kapolda Papua untuk segera ditindak-lanjuti, guna mencegah penularan virus HIV/Aids di Papua yang setiap tahun perkembangannya sangat memprihatinkan.

Ia juga mengatakan, pengidap HIV/Aids di Papua, kebanyakan adalah generasi muda yang berusia 20-26 tahun, menyusul para ibu rumah tangga yang ditularkan para suami.

Constan menambahkan, jumlah pengidap HIV/Aids di Papua sampai 30 September 2008m, tercatat sebanyak 4.305 penderita yang tersebar di hampir semua kabupaten yang ada di provinsi itu.

Dijelaskannya, semua pengidap HIV/Aids di Papua, banyak ditemukan di lokalisasi, tetapi sekarang, justru di lokalisasi semakin berkurang dan malah ibu rumah tangga yang lebih banyak terinveksi virus yang mematikan itu.

Dalam waktu dekat KPAD Papua, akan melakukan kampanye anti HIV/Aids di atas kapal penumpang yang melayari seluruh kabupaten dan kota di Tanah Papua. ant