Lacak Pelaku Foto Bugil, IPDN Kirim Tim ke Papua

Pihak Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menyakini perempuan dalam foto bugil yang beredar luas di internet bukanlah salah satu prajanya. Guna memastikannya, IPDN akan mengirim orang ke Papua. “Saya sudah perintahkan personel dari Biro Kepegawaian untuk melacak keberadaan SM di Papua, sesaat setelah mendapat kabar beredarnya foto mesum yang diduga melibatkan yang bersangkutan,” ujar Rektor IPDN Ngadisah di Sumedang, Jawa Barat, Kamis (5/3/2009).

Informasi sementara, diketahui SM memang alumnus IPDN angkatan 16. Meski demikian, Ngadisah tidak yakin apabila SM melakukan perbuatan tercela itu. Bisa saja foto itu disedarkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab untuk mencoreng citra IPDN. “Kalau saya melihatnya ada indikasi mencoreng nama baik IPDN,” ungkapnya. Perlu diketahui, sebanyak 13 foto bugil yang diduga milik praja IPDN berinisial SM asal Papua beredar di internet. Foto itu berbentuk kolase dengan pose perempuan dan lelaki sedang melakukan hubungan badan dengan berbagai gaya. Foto itu tampak seperti gambar bergerak yang disusun menjadi foto mati dalam satu bingkai.

Pada bagian muka foto tampak seorang wanita berambut pendek berkulit agak hitam sedang tersenyum yang mengenakan seragam upacara IPDN lengkap dengan dasi warna hitam. Wajah perempuan itu tampak sama dengan wajah orang yang beradegan mesum di foto yang sudah diedit itu. (okezone)

Polisi Telusuri Siapa yang Sebarluaskan Gambar Adegan Syur SM

30 foto adegan syur alumnus IPDN asal Papua, SM, yang kini tersebar di internet tengah diselidiki oleh pihak kepolisian. Penyelidikan difokuskan kepada tiga hal yaitu kebenaran gambar, identitas siapa yang berada di gambar, serta siapa yang menyebarluaskan gambar-gambar tersebut di internet. Hal itu disampaikan Kapolwil Priangan Kombes Pol Anton Charlian kepada detikbandung, Kamis (5/3/2009). “Gambar porno yang tersebar di internet masih diselidiki dan pendalaman standar dengan teknik scientific investigation antara lain kebenaran gambar, identits siapa yang ada di gambar, serta sumber yang menyebarluaskannya,” jelasnya.

Menurutnya saat ini gambar-gambar tersebut masih diolah di unit cyber crime di Mabes Polri. “Nanti kalau sudah ada, akan saya beritahu,” katanya.(bandung.detik.com)