Disirkumsisi Sangat Epektif Mencegah Penularan HIV/AIDS

JAYAPURA [PAPOS]- Menurut Survei Terpadu HIV dan Perilaku [STHP] Papua tahun 2006 yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik bekerjasama dengan Departemen Kesehatan Republik Indonesia dengan dukungan dana dari Bank Dunia dan Family Health Internasional besar angka infeksi [prevalensi] HIV pada penduduk di Tanah Papua sebesar 2,4 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan penduduk lain di wilayah Papua.

Demikian disampaikan Ketua Pelaksana Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua, Drh. Constant Karma pada saat memberikan materi dalam rangka Hari Kesehatan Nasional [HKN] di Aula KNPI Papua beberapa waktu lalu. STHP yang melibatkan 6,305 responden di tanah Papua maupun Papua Barat telah berhasil mewawancarai 6.223 responden atau sekitar 98,7 persen tentang perilaku seksualnya serta bersedia diambil darahnya untuk pengujian virus HIV atau tes HIV.

Dari 6.223 responden ini, 3114 berjenis kelamin pria, sedangkan sisanya yaitu 3.109 adalah wanita. Sesuai dengan data yang ada diketahui bahwa sekitar 5 persen penduduk etnis Papua telah disirkumsisi(disunat) dibandingkan penduduk etnis non Papua dari warga Papua yang tinggal di kota. Hasil penelitian tersebut telah menyimpulkan bahwa sirkumsisi secara bio medis pada pria bisa mengurangi infeksi HIV hingga 60 persen.

Suatu cara baru untuk melindungi diri terhadap HIV. Oleh karean itu, dianjurkan untuk melakukan sirkumsisi. Saat ini sirkumsisi dilakukan selain untuk syarat-syarat suatu adat atau agama, sirkumsisi sangat bermanfaat bagi kesehatan, program sirkumsisi dapat menyelamatkan 3 juta jiwa dalam waktu dua puluh tahun ke depan.[cr-59]

Written by Cr-59/Papos  
Monday, 15 November 2010 03:54