Tagged: HIV/AIDs Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • sundalpapua 1:29 pm on August 29, 2009 Permalink | Balas
    Tags: HIV/AIDs, obat HIV/AIDS   

    Buah Merah Bukan Obat HIV-AIDS 

    Buah merah yang banyak tumbuh di wilayah pegunungan Papua belum terbukti secara klinis sebagai obat penyembuh HIV/AIDS.

    Dari hasil penelitian yang dilakukan Departemen Bio Kimia UI (Universitas Indonesia), komponen yang dipakai sebagai anti-HIV pada buah merah ternyata tidak memberi respons pada hewan percobaan, kata Ketua Program Studi Farmasi Kedokteran pada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Dr dr Ernie H Purwaningsih MS di Jakarta.

    Dalam penelitian itu, pihak Bio Kimia UI menggunakan tikus sebagai hewan percobaan. Meski demikian, katanya, perlu penelitian lebih lanjut dengan menggunakan hewan percobaan lain guna memastikan apakah buah merah benar-benar bukan sebagai obat penyembuh HIV-AIDS.

    Menurut Ernie, klaim buah merah sebagai obat penyembuh HIV-AIDS sebagaimana yang disugestikan oleh sebagian masyarakat Papua selama ini tidak bisa diterima begitu saja karena harus diteliti dan diuji kebenarannya melalui uji klinis selama beberapa kali.

    Kasus HIV-AIDS saat ini menjadi masalah yang sangat krusial di Papua mengingat penularannya demikian cepat hingga menembus angka di atas 5.000 orang. Sebagian besar warga yang tertular HIV-AIDS di Papua merupakan penduduk lokal dari berbagai suku di Papua.

    Ironisnya, jumlah penduduk lokal di pulau terbesar di ujung timur Nusantara itu saat ini diperkirakan hanya 2,5 sampai tiga juta jiwa.

    Untuk menekan pertumbuhan kasus HIV-AIDS di Papua, Gubernur Papua Barnabas Suebu SH menetapkan tahun 2009 sebagai tahun perang terhadap HIV-AIDS.

    Daerah dengan tingkat populasi HIV-AIDS tertinggi di Papua saat ini adalah Kabupaten Mimika dengan jumlah penderita HIV-AIDS per 31 Desember 2008 sebanyak 1.700 orang.

    SUMBER:KOMPAS.COM

    Iklan
     
  • sundalpapua 1:25 pm on August 29, 2009 Permalink | Balas
    Tags: HIV/AIDs,   

    Jumlah kasus HIV dan AIDS 

    Jumlah kasus HIV dan AIDS di Indonesia berdasarkan laporan Ditjen Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Lingkungan Departemen Kesehatan RI terus meningkat.

    Secara kumulatif kasus pengidap HIV dan AIDS dari tanggal 1 Januari 1987 hingga 31 Maret 2009 terdiri dari HIV 6.668 kasus, AIDS 16.964 kasus, sehingga jumlah keseluruhannya mencapai 23.632 kasus, dengan angka kematian 3.492 jiwa.

    Jumlah kumulatif kasus AIDS menurut jenis kelamin, antara lain laki-laki mencapai 12.640 kasus, perempuan mencapai 4.239 kasus, dan tak diketahui mencapai 85 kasus.

    Jumlah kumulatif kasus AIDS menurut risiko, antara lain heteroseksual mencapai 8.210, homoseksual mencapai 628, jarum suntik atau IDU mencapai 7.125, transmisi perinatal atau ibu yang sedang hamil yang menular kepada bayi mencapai 390, dan tak diketahui sebabnya mencapai 611 kasus.

    Proporsi kumulatif untuk kasus AIDS menurut golongan usia, antara lain di bawah usia satu tahun mencapai 135, usia satu hingga empat tahun mencapai 175, usia lima hingga empat belas tahun mencapai 88, usia lima belas hingga sembilan belas tahun mencapai 522, usia dua puluh hingga dua puluh sembilan tahun mencapai 8.567 kasus.

    Selanjutnya, usia 30 hingga 39 tahun mencapai 4.997, usia 40 hingga 49 tahun mencapai 1.427, usia 50 hingga 59 tahun mencapai 404, usia di atas 60 tahun mencapai 91, dan tak diketahui usia penderita mencapai 558 kasus.

    Kasus AIDS terbanyak berasal dari daerah Jawa Barat dengan 3.162 kasus, DKI Jakarta dengan 2.807 kasus, Jawa Timur dengan 2.652, Papua dengan 2.499, dan Bali 1.263 kasus

    SUMBER:KOMPAS.COM

     
  • sundalpapua 2:17 pm on July 12, 2009 Permalink | Balas
    Tags: bahaya HIV/AIDS, HIV/AIDs, kondisi HIV/AIDs   

    Kondom Tak Mampu Cegah Keganasan AIDS di Jayapura 

    JAYAPURA, KOMPAS.com — Program penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia melalui kondomisasi yang diadopsi dari strategi United Nation Acquired Immune Deficiency Syndrome (UNAIDS) dan Word Health Organization (WHO) ternyata tidak mampu mencegah penjangkitan maupun penyebaran penyakit berbahaya ini. Hal tersebut diungkapkan Pemerhati Masalah Sosial dan Masyarakat, Lathifah Husna, menanggapi program pencegahan dan penyebaran HIV/AIDS melalui pemakaian kondom di Jayapura, Minggu (12/7).

    “Kondomisasi jelas tidak terbukti mampu mencegah penyebaran HIV/AIDS di saat budaya seks bebas semakin tumbuh subur,” ujarnya. Selain itu, lanjutnya, tingkat ketakwaan masyarakat terhadap ajaran agama yang mengharamkan kebebasan seks, kultur yang kian individualistis, kontrol masyarakat yang semakin lemah, kemiskinan yang kian menghimpit dan maraknya industri prostitusi semakin membuka celah penyebaran HIV/AIDS.

    “Kehadiran kondom justru membuat sebagian masyarakat semakin berani melakukan perzinahan, apalagi dengan adanya rasa aman semu yang ditanamkan dengan penggunaan kondom ini,” katanya. Selanjutnya, dia menjelaskan rasa aman semua ini disebabkan karena, selain seks bebas bertentangan dengan ajaran agama dan norma kesusilaan, ternyata kondom terbukti tidak mampu mencegah transmisi HIV.

    Hal ini karena kondom terbuat dari bahan dasar karet atau lateks, yakni senyawa hidrokarbon dengan polimerisasi yang berarti mempunyai serat dan berpori-pori. Dengan menggunakan mikroskop elektron, terlihat tiap pori berukuran 70 mikron, yaitu 700 kali lebih besar dari ukuran HIV, yang hanya berdiameter 0,1 mikron.

    Selain itu, para pemakai kondom semakin mudah terinfeksi atau menularkan karena selama proses pembuatan kondom terbentuk lubang-lubang. Terlebih lagi, kondom sensitif terhadap suhu panas dan dingin sehingga 36-38 persen sebenarnya tidak dapat digunakan. Kondomisasi atau 100 persen kondom sebagai salah satu butir dari strategi nasional telah ditetapkan sejak 1994 hingga sekarang.

    Kampanye pengunaan kondom awalnya dipopulerkan melalui kampanye ABCD, yaitu A: abstinentia, B: be faithful, C: condom dan D: no drug. Hingga akhir Juni 2008, data Departemen Kesehatan menunjukkan total kasus HIV/AIDS di Indonesia berjumlah 18.963 orang.

    Di Papua, yang merupakan urutan ketiga jumlah kasus HIV/AIDS terbanyak di Indonesia, hingga akhir Desember 2008 ditemukan 4.548 kasus dengan rincian laki-laki 2.310 orang, perempuan 2.184 orang, dan tak dikenal 54 kasus.

    Sumber : Antara

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal