Tagged: pandangan Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • sundalpapua 11:17 pm on November 15, 2010 Permalink | Balas
    Tags: pandangan,   

    Disirkumsisi Sangat Epektif Mencegah Penularan HIV/AIDS 

    JAYAPURA [PAPOS]- Menurut Survei Terpadu HIV dan Perilaku [STHP] Papua tahun 2006 yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik bekerjasama dengan Departemen Kesehatan Republik Indonesia dengan dukungan dana dari Bank Dunia dan Family Health Internasional besar angka infeksi [prevalensi] HIV pada penduduk di Tanah Papua sebesar 2,4 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan penduduk lain di wilayah Papua.

    Demikian disampaikan Ketua Pelaksana Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua, Drh. Constant Karma pada saat memberikan materi dalam rangka Hari Kesehatan Nasional [HKN] di Aula KNPI Papua beberapa waktu lalu. STHP yang melibatkan 6,305 responden di tanah Papua maupun Papua Barat telah berhasil mewawancarai 6.223 responden atau sekitar 98,7 persen tentang perilaku seksualnya serta bersedia diambil darahnya untuk pengujian virus HIV atau tes HIV.

    Dari 6.223 responden ini, 3114 berjenis kelamin pria, sedangkan sisanya yaitu 3.109 adalah wanita. Sesuai dengan data yang ada diketahui bahwa sekitar 5 persen penduduk etnis Papua telah disirkumsisi(disunat) dibandingkan penduduk etnis non Papua dari warga Papua yang tinggal di kota. Hasil penelitian tersebut telah menyimpulkan bahwa sirkumsisi secara bio medis pada pria bisa mengurangi infeksi HIV hingga 60 persen.

    Suatu cara baru untuk melindungi diri terhadap HIV. Oleh karean itu, dianjurkan untuk melakukan sirkumsisi. Saat ini sirkumsisi dilakukan selain untuk syarat-syarat suatu adat atau agama, sirkumsisi sangat bermanfaat bagi kesehatan, program sirkumsisi dapat menyelamatkan 3 juta jiwa dalam waktu dua puluh tahun ke depan.[cr-59]

    Written by Cr-59/Papos  
    Monday, 15 November 2010 03:54

     
  • sundalpapua 1:07 pm on October 25, 2010 Permalink | Balas
    Tags: pandangan,   

    Perihal Polygami: Pandangan Seorang Kristen: Pelarangan Poligami Bukan Bersumber dari Alkitab 

    PROLOG

    Sebelumnya perlu saya kemukakan dulu bahwa poligami dalam tulisan ini merujuk kepada poligini, yakni sebuah pola hubungan laki2 dan perempuan dimana seorang laki2 diberi hak untuk berhubungan badan dan berketurunan dengan lebih dari satu orang perempuan di bawah sebuah ikatan yg relatif permanen baik berdasarkan hukum agama yg mereka anut atau berdasarkan adat istiadat atau hukum negara. Jadi poligami bisa berupa seorang suami dgn dua orang atau lebih perempuan sbg istri, gundik, selir atau pasangan yg bersifat relatif permanen.

    Bentuk perkawinan poligami mungkin sama tuanya dgn bentuk perkawinan monogami. Para ahli sejarah menemukan bukti2 bahwa manusia yg hidup pada zaman pra sejarah juga menjalankan kehidupan dimana seorang laki2 menjadi semacam suami bagi beberapa orang perempuan. Keberadaan poligami erat hubungannya dengan kondisi saat itu dimana para laki2 harus berjuang melawan maut sekedar utk mencarikan makanan dan mengamankan suku mereka dari ancaman musuh dan binatang buas serta ganasnya alam. Dalam kondisi ini jumlah laki2 dalam setiap kelompok umumnya lebih sedikit daripada jumlah perempuan. Gambaran kondisi ini sampai sekarang pun masih kita temukan di beberapa suku terpencil di Indonesia. Di Papua banyak kasus poligami ditemukan di kalangan suku2 di sana, demikian pula di kalangan masyarakat dayak yg masih hidup secara nomaden di rimba2 kalimantan. Poligami juga umum terjadi di kalangan suku aborijin di Australia serta suku2 di Afrika yg masih memegang tradisi animisme dan dinamisme. (More …)

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal