Tagged: Perempuan Papua Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • sundalpapua 2:41 am on November 21, 2010 Permalink | Balas
    Tags: , Perempuan Papua   

    Cewek Papua di Jakarta juga Kelas Kakap 

    Pengelola blog dapat laporan dari teman2 Papua di Jakarta ada perem Papua di Jakarta yang lebih kelas kakap lagi, menjajakan dirinya untuk berbagai suku bangsa di Jakarta.

    Menurut laporan dimaksud, kebanyakan perempuan Papua itu bekerja sebagai penyanyi bayaran (atau mungkin saweran) di bar-bar di Jakarta. Mereka juga dapat diajak sekamar.

    Pelapor ke blog ini juga serahkan foto-foto mereka tetapi foto-foto itu dalam kondisi bugil, maka kami tidak tampilkan.

    Konon katanya mereka itu ada yang tinggal di Tanah Abang, yaitu di mana ada Asrama Papua. Ada juga yang kos-kosan di Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Menurut keterangan tadi, Jakarta Barat tidak ada, atau tidak diketahui.

    Mereka kebanyakan berputar di tempat-tempat di mana orang Papua mentraktir, para pejabat dari Papua datang.

    Kami mohon, kalau ada yang tahu secara tepatnya, tolong poskan kemari.’

    KAMI MAU TELANJANGKAN SEMUA PEREMPUAN PAPUA YANG JUAL DIRI untuk sesuap nasi. Ini tidak pernah dikenal dalam adat dan budaya Papua. Ini hrus dibasmikan.

    Cara yang dapat kami lakukan adalah melaporkan tempat2 mangkal, nama mereka dan segala kegiatan mereka.

    Semoga kita perduli membela martabat bangsa.

    Iklan
     
    • Cinta Papua 2:22 am on Februari 20, 2011 Permalink | Balas

      Tempat mangkal perempuan papua adalah di jalan jaksa. kebanyakan dari mereka suka dengan kontol2 Afrika dorang. Mereka kehilangan jatidiri jadi jual diri bukan untuk sesuap nasi tetapi untuk sebotol bir.
      Bila perlu tampilkan foto mereka supaya mereka tau diri. Nanti saya kirim foto jadi kasi alamat e-mail dulu. saya kirim foto2 sekalian data diri para pelacur Papua di jakarta.

      • Peduli Papua 2:38 pm on Desember 30, 2011 Permalink | Balas

        ok bisa kirim datanya k

    • sundalpapua 6:32 pm on April 5, 2011 Permalink | Balas

      Terimakasih kepada CintaPapua. Untuk mengirim foto-foto dimaksud, silahkan kirimkan ke sundalpapua@yahoo.com. Kami akan terbitkan di situs ini.

      Demi Papua yang bersih dan berwibawa!

    • ruben boari 6:10 am on Juni 4, 2011 Permalink | Balas

      Siapa setia pada diri sendiri maka dia selamat !
      Perempuan-perempuan seperti itu bukan orang papua,mereka cuma numpang nama untuk menyambung hidup.
      Semoga TUHAN menolong mereka

    • ruben boari 6:13 am on Juni 4, 2011 Permalink | Balas

      Jangan jual “PIRAI” di tanah orang tapi pulanglah dan juallah “FIRAI” di tanah sendiri ( Papua Your Lands of Paradiso)

    • Lexy 12:44 pm on Desember 1, 2011 Permalink | Balas

      ANACE SOBOLIM(Yahukimo_Papua), AULIA GOMBO(mambramo tengah_Papua), Kristin Karoba (mamberamo tengah _PApua),

    • Monica 2:20 pm on Februari 3, 2012 Permalink | Balas

      Wanita Papua yg selalu menjual harga diri Pada Pejabat Papua dan lelaki Africa:
      >. Aulia Olivia Gombok, dari mamberamo tengah
      >. Susan, dr sentani
      >. Merry Jamang, dr Timika
      >. Kristine Korabok, dr mamberamo tengah
      >. Otoline Youu, dr Panyai
      >. Yulli Pagewok, dr Tolikara
      >. Jenny Kosi, dr Wamena
      >. Dewi k, dr Timika
      >. Astried N, dr Kaimana
      >. Itha Pikey,dr Panyai
      >. dll
      ……

    • papua main 8:23 am on September 4, 2012 Permalink | Balas

      Sa ada dapat foto anak sekitar kelas 2 SD di Biak diperkosa orang dewasa…sapa yg berminat kirim email ke papuamain@gmail.com.

    • paman 6:21 am on September 22, 2012 Permalink | Balas

      Wanita Papua yg selalu menjual harga diri Pada Pejabat Papua dan lelaki Africa:
      >. Aulia Olivia Gombok, dari mamberamo tengah
      >. Susan, dr sentani
      >. Merry Jamang, dr Timika
      >. Kristine Korabok, dr mamberamo tengah
      >. Otoline Youu, dr Panyai
      >. Yulli Pagewok, dr Tolikara
      >. Jenny Kosi, dr Wamena
      >. Dewi k, dr Timika
      >. Astried N, dr Kaimana
      >. Itha Pikey,dr Panyai
      >. Mira Wenda dari Wamena (Khusus lelaki Africa karena senang ukuran kemaluan yang super)
      >. Mery Kaize dari Merauke
      >. dll

    • yally 6:19 am on Oktober 15, 2012 Permalink | Balas

      emang kamu siapa jadi kami lapor sama ko….

    • ian 5:06 pm on Januari 7, 2013 Permalink | Balas

      beh kam bikin malu papua saja cukimai banget

  • sundalpapua 5:27 pm on November 1, 2010 Permalink | Balas
    Tags: , Perempuan Papua, tanya jawab   

    Tanya Jawab Kenapa Perempuan Papua Menjadi Sundal atau Menyundalkan Diri? 

    Bagian ini kami peruntukkan bagi Anda mengajukan pertanyaan, atau kami tanya, baru siapa saja bisa jawab, menurut pandangan masing-masing.

    Pertanyaan 01. Kenapa ada Persundalan Perempuan Papua?

    Atau “Alasan apa yang menyebabkan sampai ada perempuan Papua yang merelakan dirinya dinikmati oleh laki-laki secara gonta-ganti tanpa menghargai diri dan martabatnya sendiri?”

    Kebanyakan jawaban yang kami terima dari berbagai perempuan Papua yang kami kenal, terutama saudara-saudara perempuan yang kami anggap mereka setuju dengan persundalan perempuan Papua, maka jawaban mereka yang pertama dan kebanyakan adalah

    karena susah uang

    SUSAH UANG ini bisa disebabkan oleh beberapa hal:

    1 Karena suami atau orang tua tidak memberikan uang untuk kepentingan keluarga, jadi isteri cari jalan;

    2. Kedua memang alasannya sama, tetapi bagi yang tidak ada suami, atau yang sudah menceraikan/ diceraikan suami, mereka bilang juga alasan tidak ada uang untuk makan/ minum, jadi cari uang dengan cara ini. Akibatnya isteri bisa menjadi sundal, atau anak dari hasil perceraian itu juga mencari jalan keluar untuk memenuhi kepentingannya (untuk hidup, untuk berdandan, untuk kuliah, dsb).

    Apakah ada jawaban alasan lain? Silahkan sampaikan di sini.

    Ada juga jawaban lain, yaitu:

    3. Ketiga, karena pernah dikecewakan pacar/ suami. Dalam hal ini sebenarnya perempuan tidak melakukan perbuatan amoral ini karena susah uang, tetapi karena dia mau balas dendam terhadap laki-laki. Jadi sakit hatinya terhadap laki-laki itu dia lampiaskan kepada laki-laki lain, selain pacar/ suaminya yang pernah membuat dia sakit hati/ hancur dalam cinta. Dia menjadi membenci laki-laki, tetapi untuk melampiaskan kebencian itu, dia terlibat dalam permainan persundalan dan kadang-kadang dia menjalin hubungan dekat dengan laki-laki tertentu, baru dia mulai mencari gara-gara, baru dia mulai membuang laki-laki itu. Dengan melihat laki-laki itu rasa sakit, maka dia rasa puas, dia merasa sudah balas dendam kepada laki2.

    4. Keempat, ada juga perempuan memang suka dengan seks, dan bila kesukaan itu tidak dipenuhi di dalam rumah, dia akan selalu keluar mencari laki-laki/ perempuan lain. Perempuan jenis ini, walaupun dia sudah punya laki-laki (entah pacar atau suami), dia selalu tidak merasa puas, dia selalu ‘jajan’ di luar. Dia sangat menikmati seks, sehingga dia menjalankannya dengan kesukaan dan kenikmatan, tanpa memperdulikan dia dibayar ataupun tidak. Tidak dibayar-pun dia tidak rasa rugi, karena yang dicarinya bukan uang, tetapi seks. Kalau dibayar dia jarang bilang “Terimakasih!” tetapi dia ambil uang itu diam-diam. Memang dia tidak perlu uang, dia perlu seks.

    5. Kelima, dan perlu kita ketahui di sini bahwa banyak perempuan Papua yang masuk ke dalam kelompok ini, yaitu “sulit melepaskan kebiasaan nasa muda, masa lalu”. Pergaulan bebas sudah dimulai sejak SD atau SPM, dan kebiasaan itu terus terpupuk dan berkembang dari sana. Seks menjadi bagian dari hidup, malahan akhirnya menjadi kebutuhan. Jadi, pada waktu kebiasaan atau kebutuhan hidup itu tidak dipenuhi, dia akan memberontak kepada suami atau isteri atau orang tua.

    Perempuan kelompok ini sering menunjukkan rasa menyesal, sering minta maaf, sering berjanji untuk berhenti kepada orang lain (misalnya orang tua atau suami atau isteri), tetapi setelah satu dua jam, setelah beberapa waktu, dia punya kemauan menyundal itu tidak bisa dimatikan, persundalan berlanjut seperti sediakala. Sama dengan kebiasaan-kebiasaan lainnya yang sulit dilepaskan seperti mabuk, merokok, menghisap ganja, ngopi, ngeteh, dan sebagainya, persundalan telah menjadi kebiasaan, sehingga si pelaku selalu sulit melepaskannya.

    Kalau seks atau persundalan itu menjadi ‘kebiasaan’ atau ‘kesukaan’, maka ini memang sangat sulit dilepaskan. Kalau tidak ada seks (persundalan) justru orang (laki atau perempuan) itu duduk, berbicara, makan, minum dalam muka muram, seperti orang stress. Setelah dia keluar menikmati, pulang dalam keadaan ‘segar-bugar penuh senyum dan ketawa-ketawa’.

    Begitu kira-kira yang dapat disampaikan untuk kesempatan ini. Kalau mau sambung artikel ini, silahkan masukkan dalam Kotak KOMENTAR dalam blog ini.

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal