Tagged: seks di papua Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • sundalpapua 2:33 pm on August 18, 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , seks di papua,   

    Banyak Remaja Melakukan Hubungan Seks Pranikah 

    Serang (ANTARA News) – Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kota Serang Husnul Amri mengungkapkan, berdasarkan hasil penelitian di Indonesia banyak remaja yang melakukan seks pranikah.

    “Hasil penelitian membuktikan, 14 persen remaja laki-laki di Indonesia melakukan hubungan seks pra nikah dan sekitar 6 persen perempuan melakukan hal yang sama,” kata Husnul dihadapan ratusan siswa kelas III SMAN 5 Kasemen, Kota Serang,Banten, Selasa.

    Data lain juga, lanjut Husnul, di daerah perkotaan remaja melakukan hubungan seks pranikah sebanyak 12 persen, lebih tinggi dibanding di pedesaan yang hanya mencapai 8 persen.

    Kondom PapuaKondom PapuaDalam acara Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja yang diadakan oleh Pemkot Serang bekerjasama dengan SMAN 5 Kasemen tersebut, digelar juga konsultasi, informasi, dan edukasi kesehatan reproduksi remaja.

    “Usai 10 sampai 15 tahun sangat rentan untuk mengkonsumsi narkoba, melakukan hubungan seks, dan bertindak hal lain di luar kebiasaan. Ini terjadi karena pada usia tersebut secara psikologis rasa ingin tahunya besar sekali. Karena itu kali ini kami suguhkan informasi yang tidak setengah-setengah. Biar jelas,” kata Husnul, disela sosialisasi.

    Dalam acara itu juga, Husnul yang didampingi Kasubid Pelayanan KB Eka Purwanti kepada siswa kelas III menerangkan tentang jenis-jenis narkoba beserta imbas penggunaannya.

    Para siswa juga bisa melihat gambar-gambar ganja, kokain, shabu, LCD, nikotin, hingga kafein melalui infocus. Serta mendengarkan penuturan tentang cara penularan HIV, yakni melalui hubungan seksual dengan orang yang sudah terinfeksi HIV; melalui transfusi darah atau alat-alat yang tercemar HIV; serta melalui ibu yang terinfeksi HIV kepada janin yang dikandungnya.

    Bahkan para siswa banyak yang mencibir tanda jijik, saat melihat gambar-gambar alat kelamin yang sakit karena tertular HIV.

    “Dari tahun 1998 hingga 2007 terungkap data, 14 orang di Kota Serang terinfeksi HIV, 23 orang terjangkit AIDS. Dari jumlah kasus tersebut, 11 orang meninggal dunia,” terang Husnul kepada siswa.

    Usai acara tersebut, Eka Purwanti menjelaskan, selain kepada remaja, pihaknya sudah melakukan kegiatan sejenis kepada sebagian pondok pesantren (ponpes), dan ibu-ibu pengajian di Kecamatan Taktakan.

    “Remaja itu 15 persen dari total penduduk. Dan pada usia merekalah akan ditentukan momentum awal apakah mereka akan mengkonsumsi narkoba atau menjalani seks bebas. Edukasi seperti ini menjadi penting,” tukas Eka.(*)

    COPYRIGHT © 2009

    Iklan
     
    • hendri saputra 11:25 am on November 7, 2009 Permalink | Balas

      menga y mereka bsa melakukan berbuatan yg tak ber moral padahal mereka semua ber agama

  • sundalpapua 2:26 pm on July 3, 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , , , , seks di papua,   

    Seks Bebas Penyebab Utama HIV/Aids di Papua 

    Jayapura (ANTARA News) – Manager Dukungan Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat (YPKM) Jayapura Dr Raflus Dorangi, Jumat, menyatakan 4.548 kasus HIV/AIDS di Provinsi Papua timbul karena prilaku seks bebas dengan penderita terbanyak pada usia 20-29 yaitu 2.075 kasus.

    Seks bebas termasuk hubungan heteroseksua, homoseksual dan biseksual, tambah Raflus.

    Menurut data 31 Desember 2008, tren kasus HIV/AIDS akibat seks bebas meningkat mencapai 4.548 kasus dimana 391 orang diantaranya meninggal dunia.

    Menurut Raflus, kasus HIV/AIDS di Papua cenderung naik karena kurangnya pemahaman bahaya penyakit mematikan itu dan lemahnya iman.

    Ia mengatakan, sejak 2002 hingga akhir 2008, jumlah penderita HIV/AIDS khususnya di Jayapura mencapai 277 orang dan dari jumlah itu sedikitnya 40 orang meninggal dunia.

    “Dengan melihat kencenderungan penyakit berbahaya itu, YPKM dalam segala keterbatasan hanya ingin dunia pemuda yang memiliki segudang cita-cita dan impian tidak terjerumus dalam lembah hitam,” ujarnya.

    Menurut dia, upaya yang harus segera dilakukan adalah segera merangkul masyarakat dan generasi muda guna memberi pemahaman lebih tentang bahaya dari penyakit mematikan ini. (*)

    COPYRIGHT © 2009

     
  • sundalpapua 2:11 pm on March 23, 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , seks di papua, ,   

    KPAD: Seks Terselubung di Papua Melibatkan Oknum Pejabat 

    PAPUA | SURYA Online – Ketua Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Papua, drh Constan Karma minta generasi muda ikut memberantas seks terselubung yang akhir-akhir ini terus meningkat.

    Permintaan tersebut dikemukakan Constan, saat berbicara dalam acara dialog regional dan pelatihan kepemimpinan pemuda yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jayapura, bekerja sama dengan Kantor Menpora di Jayapura, Senin (23/3).

    Ia mengatakan, seks terselubung di Papua, khususnya di Jayapura, kini semakin meningkat dan merupakan salah satu penyebab meningkatnya penyebaran virus HIV/Aids, sehingga perlu segera diberantas. Transaksi seks terselubung ini, lanjut Constan, banyak dilakukan melalui telpon genggam (hp), sehingga sulit diketahui.

    Bahkan, dari hasil pemantauan KPAD Papua di Jayapura, seks terselubung itu dilakukan di hotel-hotel, tempat-tempat sepi di alam bebas dan melibatkan oknum-oknum pejabat, ujarnya.

    Menurut Constan, kondisi ini tidak boleh dibiarkan, tetapi perlu segera diambil langkah-langkah penertiban, karena selain merusak moral generasi muda juga merupakan penyebab meningkatnya penyebaran HIV/Aids di Papua. Untuk itu, ia meminta generasi muda di Papua, ikut membantu pihaknya dalam memberantas penyakit sosial masyarakat ini agar tidak terus berkembang.

    Kasus ini, tambah Constan, sudah dilaporkan pihaknya kepada Kapolda Papua untuk segera ditindak-lanjuti, guna mencegah penularan virus HIV/Aids di Papua yang setiap tahun perkembangannya sangat memprihatinkan.

    Ia juga mengatakan, pengidap HIV/Aids di Papua, kebanyakan adalah generasi muda yang berusia 20-26 tahun, menyusul para ibu rumah tangga yang ditularkan para suami.

    Constan menambahkan, jumlah pengidap HIV/Aids di Papua sampai 30 September 2008m, tercatat sebanyak 4.305 penderita yang tersebar di hampir semua kabupaten yang ada di provinsi itu.

    Dijelaskannya, semua pengidap HIV/Aids di Papua, banyak ditemukan di lokalisasi, tetapi sekarang, justru di lokalisasi semakin berkurang dan malah ibu rumah tangga yang lebih banyak terinveksi virus yang mematikan itu.

    Dalam waktu dekat KPAD Papua, akan melakukan kampanye anti HIV/Aids di atas kapal penumpang yang melayari seluruh kabupaten dan kota di Tanah Papua. ant

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal