Tagged: seks komersial Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • sundalpapua 1:34 pm on March 27, 2008 Permalink | Balas
    Tags: , , seks komersial   

    75 Juta Pria Asia Pelanggan Seks Komersial 

    PERKEMBANGAN penyakit AIDS dan infeksi HIV di Asia tempaknya makin memprihatinkan dan mengancam pertumbuhan ekonomi di wilayah ini.

    Kekhawatiran ini tidak terlepas dari fakta di lapangan bahwa saat ini ada lebih dari 10 juta wanita di Asia bekerja sebagai penjaja seks dan sedikitnya 75 juta pria menjadi pelanggan setianya.

    Data yang cukup mencengangkan ini dirilis oleh Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) lewat sebuah laporannya Rabu (26/3) kemarin. PBB mengatakan pemerintah negara-negara di Asia telah gagal mengendalikan epidemik ini dan seharusnya melakukan upaya lebih serius dalam membatasi derasnya gelombang kecenderungan pria yang memuaskan nafsunya lewat jasa prostitusi.

    Tidak seperti di Afrika, ungkap laporan itu, penyebaran epidemik di Asia ini belum merata dan mungkin dapat dikontrol jika upaya pencegahan dipusatkan pada infeksi yang berkaitan dengan prostitusi, penggunaan obat-obat terlarang dan homoseksualitas.

    ¨Program-program untuk meningkatkan penggunaan kondom di antara pekerja seks akan lebih berarti ketimbang upaya pencegahan lainnya dalam mengendalikan infeksi HIV di Asia,¨ ungkap laporan yang dikeluarkan Komisi AIDS di Asia.

    ¨Oleh karena kebanyakan pria pelanggan prostitusi adalah mereka yang telah menikah atau pun belum, terdapat angka signifikan wanita yang hanya berhubungan intim dengan suaminya menjadi tertular HIV. Tujuan efektif dari pencegahan infeksi HIV pada pasangan para pria ini belum dikembangkan di Asia, padahal jelas-jelas sangat penting,¨ tambah laporan tersebut.

    Laporan itu juga menyatakan para politisi benar-benar gagal untuk mengambil peran dalam mengendalikan diskriminasi dan hal-hal tabu yang berkaitan dengan HIV yang bertentangan dengan diskusi publik soal seks dan seksualitas.

    Sekretaris Jendral PBB, Ban Ki-moon, yang merilis laporan itu di new York, mengaku merasa malu atas stigma-stigma yang masih merongrong HIV di Asia. Ia juga prihatin dengan pengaruhnya terhadap ekonomi di wilayah itu. Di banyak negara Asia, prostitusi dan homoseksualitas adalah salah satu hal yang dilegalkan.

    ¨AIDS telah menjadi penyebab utama terbesar akan hilangnya hari-hari kerja dan kematian yang berkaitan dengan penyakit ini. Kami melihat awal dari lingkaran setan, yang menyebabkan ancaman terhadap pertumbuhan ekonomi dan kebangkitan sosial serta menyebabkan lebih banyak lagi infeksi,¨ ujarnya.

    Laporan itu juga mengatakan bahwa prostitusi adalah penyebab utama dari kasus infeksi baru dan terdapat sekitar 4,9 juta orang yang mengidap HIV di Asia tahun lalu.
    Sent from Indosat BlackBerry powered by

    Iklan
     
  • sundalpapua 2:08 pm on June 6, 2006 Permalink | Balas
    Tags: , , , seks komersial,   

    Seks Tidak Aman, Tularkan HIV/AIDS 

    (www.cenderawasihpos.com, Kamis 5 Juli 2007)

    JAYAPURA-Penderita atau orang yang terkena HIV/AIDS tidak dapat dilihat dari penampilan dan tanda tertentu, sehingga untuk mengetahui orang positif terkena virus yang belum ada obatnya ini, hanya melalui tes darah. “Di Papua sendiri penularan virus HIV, 94 persen melalui hubungan seks yang tidak aman,”kata anggota Pokja Penanggulangan HIV/AIDS Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Didi Wiryono pada acara pencegahan dan penyuluhan bahaya HIV/AIDS di tempat kerja, di Aula Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Provinsi Papua, Rabu, (4/7), kemarin.

    Menurutnya, di kota-kota besar yang ada di Indonesia, penularan HIV/AIDS banyak melalui jarum suntik yang digunakan para pecandu. Meski di Papua narkoba jenis jarum suntik sudah ada, namun penularan melalui hubungan seks tetap menjadi peringkat tertinggi. “Hindari seks sebelum menikah dan setia kepada pasangan merupakan jalan terbaik,”jelasnya.Dikatakannya, penularan HIV/AIDS melalui darah, sedangkan dalam setiap melakukan hubungan seks terjadi gesekan-gesekan yang secara tidak langsung menyebabkan luka, sehingga apabila dilakukan dengan orang terinfeksi HIV/AIDS maka virus itu dapat menular.Lanjut dia, tidak ada cara pencegahan HIV/AIDS yang paling maksimal, melainkan tergantung pada prilaku manusia itu sendiri. Untuk itu, dapat melakukannya dengan tidak berhubungan seks sama sekali atau selalu setia kepada pasangan, tidak menggunakan alat suntik atau jarum bekas dan lainnya.Sekedar diketahui, acara penyuluhan ini khusus diikuti 80 peserta pelatihan di BLKI Provinsi Papua, yaitu, jurusan mobil bensin 20 orang, jurusan mobil diesel 20 orang, jurusan las 20 orang dan jurusan las listrik 20 orang.(api)

    Diposting oleh Admin KKP Jayapura di 9:34 AM
    Label: Berita dan Informasi

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal