Tagged: penjual pinang Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • sundalpapua 2:26 pm on July 3, 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , , penjual pinang, , ,   

    Seks Bebas Penyebab Utama HIV/Aids di Papua 

    Jayapura (ANTARA News) – Manager Dukungan Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat (YPKM) Jayapura Dr Raflus Dorangi, Jumat, menyatakan 4.548 kasus HIV/AIDS di Provinsi Papua timbul karena prilaku seks bebas dengan penderita terbanyak pada usia 20-29 yaitu 2.075 kasus.

    Seks bebas termasuk hubungan heteroseksua, homoseksual dan biseksual, tambah Raflus.

    Menurut data 31 Desember 2008, tren kasus HIV/AIDS akibat seks bebas meningkat mencapai 4.548 kasus dimana 391 orang diantaranya meninggal dunia.

    Menurut Raflus, kasus HIV/AIDS di Papua cenderung naik karena kurangnya pemahaman bahaya penyakit mematikan itu dan lemahnya iman.

    Ia mengatakan, sejak 2002 hingga akhir 2008, jumlah penderita HIV/AIDS khususnya di Jayapura mencapai 277 orang dan dari jumlah itu sedikitnya 40 orang meninggal dunia.

    “Dengan melihat kencenderungan penyakit berbahaya itu, YPKM dalam segala keterbatasan hanya ingin dunia pemuda yang memiliki segudang cita-cita dan impian tidak terjerumus dalam lembah hitam,” ujarnya.

    Menurut dia, upaya yang harus segera dilakukan adalah segera merangkul masyarakat dan generasi muda guna memberi pemahaman lebih tentang bahaya dari penyakit mematikan ini. (*)

    COPYRIGHT © 2009

    Iklan
     
  • sundalpapua 11:44 am on February 19, 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , penjual pinang,   

    Penjual Pinang di Jalan-Jalan Sepanjang Sentani, Abepura, Jayapura adalah Penjajah Seks 

    Pada suatu malam, saya bersama dua teman saya yang berasal dari Makasar sedang berjalan menuju ke Jayapura. Kami baru pulang dari ambil kayu balok di Genyem.

    Saat kami jalan, teman yang adalah orang Makasar yang memang lahir dan besar di Timika itu bercakap-cakap dengan saya. Saya sendiri tidak tahu betul kondisi di Jayapura, jadi saya minta dia antar saya langsung dari  tempat penjualan kayu menuju ke salah satu hotel di Jayapura.

    Mereka berdua tanya, “Sobat, nanti malam ko tidur sendiri, perlu teman ka?” Saya jawab, “Kalian bisa tidur sama-sama to? Atau maksudnya teman perempuan?” Mereka jawab, “Sudah tahu baru tanya lagi.” Saya bilang mereka, “Kalau tau carikan to?”

    Mereka dua langsung, masih di Sentani juga, singgal di salah satu tempat penjualan pinang di Jalan Kemiri, Sentani, Jayapura. Saya kaget karena saya pikir mereka berdua mau beli pinang. Atau mereka mau belikan pinang buat saya? Saya bilang, “Saya tidak makan pinang, sobat!” Mereka dua balas, “Bukan ini pinang kaki dua yang kami mau beli, bukan pinang batang satu. Dua-dua makan mentah, dua-dua badarah, tapi yang satunya berkaki satu dan satunya berkaki dua. Yang dijual di sini kaki satu dan kaki dua juga.”

    Mendengar itu, saya menjadi takut dan gementar, jantung berdebar. Mereka berhenti begitu saja, lalu mereka memberikan kode, “Naik ke mobil.” Mereka lihat kami bertiga, jadi, cewek penjual pinang itu bilang, “Eh, saya panggil teman lagi e?” Lalu teman Makasar ini bilang, “Tidak usah, ko saja, macam baru kenal saaja. Nanti ko pulang besok, kami antar, cepat sudah.”

    Begitu dia naik, ternyata dia masih bisa mengenal saya, dia bilang, “Eh, kakak dari Timika ka?” Saya jawab, “Ya!, tahu dari siapa atau dari mana?” Dia jawab, macam saya pernah lihat di Hotel Sheraton Timika. Ooooooooooh, rupanya cewek ini sering dibawa ke sana juga.

    Setelah melaju ke Abepura, kedua teman Makassar ini tiba lagi di depan Mall Besar di Abepura, saya lupa namanya, di Kali Acai itu. Di depan itu, persis depan Bank BNI pu ATM itu, ada penjual pinang juga. Kedua teman Makassar ini berhenti di situ. Lalu memberikan kode kepada dua orang perempuan Papua di  situ juga. Kali ini mereka bersama dua orang lelaki, dan seorang perempuan yang usianya sudah tua. Rupanya perempuan tua ini berpura-pura jadi orang tua penjualan pinang berkaki satu, padahal ia mama dari penjualan pinang berkaki dua.

    Perempuan dua itu naik lagi. Kami terus lanjut ke Jayapura, sampai ke Papua Trade Centre dan ketiga perempuan dan kedua teman Makassar itu pulang pagi juga.

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal